Juli 2019

Information Technology of Gondosari 12 Agustus 2019 09:24:21 WIB

Pemerintah desa gondosari akan melakukan perayaan dalam memperingati hari jadi desa gondosari ke-117. Pada tahun ini Pj.Kepala desa gondosari ( Joko Triwahyono,S.Pd) membentuk panitia hari jadi desa gondosari ke-117 saudara Suhendro,S,Pd.MM.Pd sebagai ketua panitia.Adapun acara akan diselenggarakan di Lapangan Desa Gondosari selama 3 hari berturut-turut. Perayaan ini akan meriah karena berbagai acara melibatkan warga desa gondosari dengan khas rontek serta tayub bersama. Ada tersebut akan di hadiri para tokoh desa,kecamatan dan pihak terkait. Dalam puncaka acara nanti akan di hadiri oleh bapak bupati pacitan. 

Apa hakikat peringatan hari jadi ini adalah:

Penyebutan rahmat Allah di dalam pembukaan konstitusi negara mengandung makna yang sangat dalam yaitu pengakuan bahwa tanpa rahmat dan pertolongan Allah SWT tidak mungkin bangsa Indonesia bisa merebut kemerdekaan dari kolonialisme dan imperialisme yang begitu kuat.Pengakuan tersebut haruslah ditindaklanjuti bahwa segala upaya dalam mengisi kemerdekaan tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan di dalam agama.

Dalam mengisi kemerdekaan dan melaksanakan cita-cita perjuangan bangsa, setiap anak bangsa seyogianya dan bahkan wajib menjunjung tinggi nilai-nilai ke ilahian, spirit keagamaan, serta persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dibentuknya Kementerian Agama sejak 1946 dan lahirnya sejumlah peraturan perundang- undangan yang mengatur urusan keagamaan sampai sekarang, seperti Undang-Undang Perkawinan, Undang-Undang Pengelolaan Zakat, Undang- Undang Wakaf, Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji, Undang-Undang Perbankan Syariah, dan Undang-Undang Jaminan Produk Halal, adalah berfungsi untuk menjaga khitah kenegaraan yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, di samping untuk menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing.

 

Di dalam negara proklamasi sesuai jiwa dan amanat UUD 1945, agama bukanlah urusan orang perorangan semata, melainkan menjadi urusan negara untuk menjaga, membina, serta memajukan kehidupan beragama.Mengutip ungkapan mengenai misi luhur dibentuknya Kementerian Agama, seperti diutarakan oleh Moh Slamat Anwar (85 tahun), seorang tokoh Kementerian Agama yang belum lama ini meninggal dunia, yaitu mengagamakan bangsa agar bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang beragama selamanya.

 

Negara memberikan kebebasan kepada setiap penduduk dalam memeluk agamanya, tetapi bukan kebebasan untuk tidak beragama atau kebebasan melakukan propaganda yang bersifat melecehkan ajaran atau nilai-nilai kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah negara sekuler yang menyerahkan seluruh urusan agama kepada masyarakat tanpa adanya peran dan tanggung jawab dari pemerintah.

Negara kita sesuai dengan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 memiliki ke - wenangan untuk memfasilitasi, mengatur, dan memberikan kepastian hukum kepada warga negara dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Dengan kata lain, peran agama sebagai ruh atau urat nadi kehidupan berbangsa dan bernegara harus senantiasa diwujudkan sebaik-baiknya.

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Rekapitulasi Suara PEMILU 2019 PPS Desa Gondosari

01.Joko Widodo-Ma'ruf : 32 % 02.Prabowo-Sandiaga Uno : 68 %

Lokasi Gondosari

tampilkan dalam peta lebih besar